Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi ditutup pada 30 Agustus 2026. Namun, menariknya, tidak semua sekolah kedinasan memiliki jumlah peminat yang sama. Beberapa sekolah kedinasan, khususnya di bawah Kementerian Perhubungan, tercatat memiliki jumlah pelamar yang jauh lebih rendah dibandingkan sekolah kedinasan populer seperti IPDN, PKN STAN, maupun Poltekimipas.
Kondisi ini tentu menarik perhatian calon peserta yang sedang mencari informasi mengenai Sekolah Kedinasan sepi peminat. Apakah jumlah peminat yang sedikit otomatis membuat peluang lolos lebih besar?
Jawabannya: belum tentu.
Jumlah pelamar hanyalah salah satu faktor. Kamu tetap harus memperhitungkan jumlah formasi, persyaratan, jenis tes, nilai SKD, hingga seleksi lanjutan yang ditetapkan masing-masing sekolah kedinasan.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Sudah Ditutup
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Setelah pendaftaran, peserta masih harus mengikuti tahapan seleksi administrasi sebelum melanjutkan ke SKD dan seleksi lanjutan.
Tahun 2026 terdapat sembilan kementerian/lembaga yang menyelenggarakan penerimaan Sekolah Kedinasan, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, BPS, BIN, BSSN, serta BMKG.
Artinya, bagi kamu yang belum sempat mendaftar tahun ini, informasi mengenai jumlah peminat 2026 tetap penting untuk menjadi bahan evaluasi dan strategi menghadapi pembukaan Sekolah Kedinasan berikutnya.
Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat
Berdasarkan statistik BKN per 26 Agustus 2026 pukul 09.14 WIB, sejumlah sekolah kedinasan tercatat memiliki jumlah pelamar relatif rendah.
Data tersebut menunjukkan bahwa beberapa sekolah kedinasan memang memiliki peminat yang lebih sedikit dibandingkan institusi lain. Namun, angka tersebut merupakan snapshot statistik pada 26 Agustus, bukan berarti angka tersebut adalah jumlah akhir setelah seluruh proses seleksi selesai.
Kenapa Ada Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat?
Ada beberapa alasan mengapa sebuah sekolah kedinasan memiliki jumlah peminat lebih rendah.
1. Belum Banyak Dikenal
Nama seperti IPDN atau PKN STAN sudah sangat populer di kalangan siswa SMA. Sebaliknya, beberapa perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan mungkin belum terlalu familiar bagi calon peserta.
2. Jurusan dan Prospek Kerja Lebih Spesifik
Sekolah kedinasan tertentu memiliki bidang pendidikan yang sangat spesifik, misalnya penerbangan, pelayaran, maupun transportasi darat.
Karena bidangnya spesifik, jumlah orang yang merasa cocok dengan program tersebut juga bisa lebih sedikit.
3. Persyaratan Lebih Spesifik
Beberapa sekolah kedinasan memiliki persyaratan khusus yang membuat tidak semua lulusan SMA/SMK dapat mendaftar.
Inilah alasan mengapa calon peserta tidak boleh hanya melihat jumlah pelamar. Cek juga persyaratan dan formasi yang tersedia.
Apakah Sekolah Kedinasan Sepi Peminat Lebih Mudah Lolos?
Belum tentu.
Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan calon peserta.
Misalnya, sebuah sekolah kedinasan memiliki ratusan pelamar. Sekilas angka tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan sekolah kedinasan populer yang memiliki ribuan hingga puluhan ribu peminat.
Namun, jika jumlah formasinya juga sangat terbatas, persaingannya tetap bisa ketat.
Sebaliknya, sekolah dengan jumlah pelamar lebih banyak belum tentu memiliki persaingan per formasi yang paling tinggi jika jumlah formasinya juga besar.
Jadi, cara yang lebih tepat adalah melihat:
Jumlah pelamar → jumlah submit → jumlah formasi → rasio persaingan → tahapan seleksi.
Sekolah Kedinasan Populer Tetap Diburu Ribuan Pelamar
Di sisi lain, sekolah kedinasan favorit tetap menjadi magnet bagi peserta.
Data pendaftaran menunjukkan bahwa IPDN, PKN STAN, dan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) termasuk institusi dengan jumlah peminat tinggi. Salah satu pembaruan data menunjukkan IPDN mencapai lebih dari 14 ribu pelamar, PKN STAN lebih dari 12 ribu, dan Poltekimipas lebih dari 11 ribu pelamar.
Kondisi tersebut memperlihatkan satu hal penting:
Popularitas sekolah kedinasan berbanding lurus dengan tingginya persaingan.
Namun, jangan sampai informasi mengenai sekolah kedinasan sepi peminat membuat kamu berpikir bahwa masuk sekolah kedinasan adalah sesuatu yang mudah.
Setelah Pendaftaran, Apa Tahap Selanjutnya?
Pendaftaran memang sudah ditutup, tetapi perjuangan peserta yang sudah mendaftar masih panjang.
Berdasarkan jadwal resmi BKN, setelah tahapan administrasi akan dilanjutkan dengan penerbitan kode billing dan pembayaran PNBP untuk peserta yang mengikuti SKD CAT BKN.
Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026 dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026, sedangkan pengumuman hasil SKD berlangsung secara bertahap pada 1–13 Oktober 2026.
Peserta yang lolos SKD kemudian akan menghadapi seleksi lanjutan sesuai ketentuan masing-masing kementerian/lembaga.
Artinya, bagi peserta yang sudah mendaftar, jangan berhenti belajar hanya karena pendaftaran sudah selesai.
Justru sekarang adalah waktu untuk meningkatkan persiapan.
Jangan Hanya Mengejar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat
Memilih sekolah kedinasan memang membutuhkan strategi. Tetapi strategi bukan berarti sekadar mencari kampus dengan jumlah pendaftar paling sedikit.
Pertimbangkan juga:
Apakah jurusannya sesuai minat dan kemampuan?
Berapa jumlah formasinya?
Apa saja persyaratan khususnya?
Bagaimana tahapan SKD?
Apakah ada tes kesehatan?
Apakah ada tes kesamaptaan?
Apakah ada psikotes atau wawancara?
Bagaimana seleksi lanjutan setelah SKD?
Seberapa siap kamu menghadapi seluruh tahapan tersebut?
Sekolah Kedinasan bukan sekadar mencari kampus yang sepi peminat. Kamu harus mencari sekolah yang cocok sekaligus mempersiapkan diri untuk memenangkan seluruh rangkaian seleksi.
Pendaftaran Sudah Tutup, Bukan Berarti Persiapan Harus Berhenti
Bagi kamu yang belum berhasil mendaftar Sekolah Kedinasan 2026, jangan menjadikan penutupan pendaftaran sebagai akhir.
Justru data tahun 2026 bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan strategi menghadapi pembukaan Sekolah Kedinasan tahun berikutnya.
Mulai dari sekarang, kamu bisa mempelajari:
Materi SKD Sekolah Kedinasan
TWK, TIU, dan TKP
Latihan soal CAT
Strategi mengerjakan soal dengan cepat
Simulasi SKD
Materi seleksi lanjutan sesuai sekolah tujuan
Tes kesehatan dan kebugaran jika dipersyaratkan
Psikotes dan wawancara
Semakin awal memulai, semakin banyak waktu yang kamu miliki untuk mengetahui kelemahan dan memperbaikinya.
Jangan Terjebak Anggapan "Sepi Peminat = Pasti Mudah"
Ini bagian yang paling penting.
Jangan sampai kamu memilih sekolah kedinasan hanya karena melihat angka pelamar yang sedikit.
49 pelamar bukan berarti 49 orang yang tidak serius.
Begitu pula 100 atau 200 pelamar bukan berarti kamu otomatis memiliki peluang besar.
Mereka yang benar-benar mengikuti seleksi tetap akan bersaing berdasarkan kemampuan dan hasil tes.
Seleksi Sekolah Kedinasan juga bukan hanya tentang lolos administrasi. Setelah itu masih ada SKD dan berbagai seleksi lanjutan yang dapat menentukan siapa yang benar-benar berhak melanjutkan.
Dan jangan lupa, sekolah kedinasan populer bisa diikuti ribuan bahkan puluhan ribu peserta.
Kalau kamu masih berpikir, "Nanti saja belajarnya kalau pendaftaran sudah dibuka," kamu bisa saja sudah terlambat.
Banyak peserta baru mulai belajar ketika jadwal pendaftaran diumumkan. Sementara peserta lain mungkin sudah berbulan-bulan mengerjakan latihan soal Sekolah Kedinasan, mengikuti simulasi CAT, dan mengevaluasi skor mereka.
Jangan menjadi peserta yang baru serius ketika kompetisi sudah dimulai.
Persiapkan diri jauh sebelum pembukaan Sekolah Kedinasan berikutnya.
Persiapkan Diri Bersama Bimbel Akses
Kalau targetmu adalah Sekolah Kedinasan, jangan hanya mengandalkan keberuntungan atau memilih berdasarkan jumlah peminat.
Bangun kemampuan dari sekarang melalui latihan soal SKD, simulasi CAT, pembahasan materi, dan evaluasi hasil latihan secara konsisten.
Bimbel Akses dapat menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin mempersiapkan diri menghadapi seleksi Sekolah Kedinasan secara lebih terarah.
Karena pada akhirnya, yang menentukan bukan seberapa sepi sekolah yang kamu pilih, tetapi seberapa siap kamu menghadapi peserta lain yang juga ingin lolos.
Kamu mau ikut kelasnya?
Daftar di sini
Punya pertanyaan lain?
Hubungi Kami